22 Agustus 2012

Senandung Merah Muda



Ketika bulan berhenti menggelayut malu di balik awan
Awan tak lagi berarak kelabu
Ketika si Fulan merasakan kembali indahnya akhir dari rasa sakit
Ketika si Fulan harus kembali jatuh
Jatuh yang benar-benar jatuh
Jatuh di tempat yang benar
Ketika si Fulan kembali jatuh cinta

Ketika matahari jatuh dengan gemulai di pelupuk perbatasan
Ombak membelai lembut udara penat
Ketika si Fulan melengkungkan bibirnya ke atas
Ketika si Fulan berlayar di atas angan
Angan yang menghanyutkan
Yang membuatnya harus rela seperti orang gila

Ketika rumput saling membelai lembut
pohon yang kecil pun akan terlihat saling berbisikan
Saat itulah si Fulan harus siap kembali bermain dengan waktu
karena dia hanya bisa diam
karena dia hanya bisa menunggu
karena dia hanya bisa tersenyum getir
karena dia hanya bisa melihat dari kejauhan
masih bimbang dengan hatinya.
dia harus siap dengan jawaban angin lalu lalang
dia harus siap dengan kesenangan maupun air mata yang akan jatuh
dia harus bersabar. karena egonya berhasil mengalahkan perasaan merah jambunya

Dia adalah si Fulan yang hanya terkulai dengan senyuman sendu
Dia, si Fulan yang sedang jatuh
jatuh sangat dalam, sangat sulit untuk memulihkannya ke tahapan kata normal
Dia, si Fulan yang sedang jatuh.. Jatuh kedalam arus yang mematikan yang disebut sebagai, 'Cinta'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kalo ada kesalahan, mohon komennya :) makasih
kalo ga mau komen, klik tombol reaksinya aja yah :D