16 September 2012

Diantara Putaran Waktu


Kepada yang tersepesial, yang jauh dibatasi waktu, yang jauh disana

Jikalau pagi datang menjemput
Bolehlah kau hirup udara dingin diluar sana
Karena saat itu
Aku sedang menghirup udara yang sama dinginnya
Udara yang sama denganmu

Jikalau siang mulai datang
Bolehlah kau tatap langit biru dengan awan menggembul
Karena saat itu 
Aku sedang menitipkan salam rinduku
Untukmu

Jikalau sore mulai jatuh di pelupuk perbatasan
Bolehlah kau lamunkan matahari yang perlahan hilang ditelan senja
Karena saat itu
Aku sedang menatapmu
dari balik matahari oranye itu

Jikalau malam sudah datang memayungi
Bolehlah kau susun bintang-bintang yang berserakan di atas sana
Karena saat itu
Aku sedang memebentuk rasi namamu

Jikalaupun langit hitam kosong
Tak menyisahkan satupun bintang paling redup
Jangan kecewa
Jangan Berpaling masuk
Karena aku masih ada untukmu
Karena diantara langit kosong inilah aku menyimpulkan senyumku
Karena lewat langit inilah aku bisa leluasa tersenyum kearahmu

Tataplah
Jangan Berpaling
Jangan pergi

Karena tanpa kau sadari
Saat kau eja coretan ini
Aku tahu kau sedang tersenyum (juga) kearahku

Sungguh
Senyuman yang sangat manis

Karena diantara putaran waktu
Aku ada untukmu
Merindumu
Memikirkanmu
Semoga kaupun begitu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kalo ada kesalahan, mohon komennya :) makasih
kalo ga mau komen, klik tombol reaksinya aja yah :D